Beberapa
penelitian dilakukan untuk mengetahui penyebab di balik menangis dan
ada berapa jenis air mata serta perbedaan cara laki-laki dan wanita saat
menangis.
Perempuan secara biologis lebih sering meneteskan air mata dibandingkan
laki-laki. Di bawah mikroskop, sel-sel kelenjar air mata wanita terlihat
berbeda dari laki-laki. Selain itu, saluran air mata laki-laki lebih
besar daripada wanita, sehingga jika seorang pria dan seorang wanita
menangis, air mata wanita itu lebih cepat membasahi pipinya.
Menurut penulis buku laris, "The Female Brain" Dr Brizendine, kondisi
sosial berperan dalam menahan dorongan untuk menangis. Ketika kita
mengalami sakit fisik atau kesedihan karena emosional atau frustrasi,
amygdala otak, yang merupakan bagian dari sistem limbik atau "otak
emosional," meransang sinyal. Jika stimulus cukup besar, energi dapat
berpindah dari area emosional ke dalam strip motor frontal. Saat itulah
napas bisa berkembang menjadi terisak-isak.
Anak laki-laki sering kali menenangkan diri sebelum mereka menangis.
"Anak laki-laki diajarkan terus untuk tidak menangis: untuk mengerut
wajah mereka, untuk mengalihkan diri mereka," kata Dr Brizendine,
Penelitian menunjukkan testosteron membantu meningkatkan ambang
antara stimulus emosional dan tumpahnya air mata. "Ini membantu
mengerem," kata Dr Brizendine.
Mempelajari air mata dan proses menangis adalah kompleks. Ada dua jenis
air mata. Air mata iritan membantu mencuci mata dari debu, dan kotoran.
Air mata emosional diciptakan dan dirilis dalam menanggapi stimulus
emosional dan rasa sakit fisik.
Semua air mata mengandung protein, garam dan hormon,
antara zat lain, tapi air mata emosional memiliki tingkat protein yang
lebih tinggi, kata William H. Frey II, ahli syaraf dan ahli biokimia di
RS di St Paul, Minn, yang melakukan penelitian ke dalam komposisi air
mata.
Salah satu hormon dalam air mata adalah prolaktin yang merupakan katalis
laktasi. Sama halnya dalam membantu menghasilkan susu. Prolaktin juga
membantu dalam produksi air mata. Pada wanita saat mencapai usia 18
tahun, mereka memiliki 50 persen dan menjadi 60 persen prolaktin, lebih
tinggi dalam aliran darah mereka daripada pria. "Kami percaya ini adalah
salah satu alasan bahwa perempuan lebih mudah menangis," kata Frey.
Meski demikian, masih banyak yang belum diketahui. Manusia adalah
satu-satunya spesies yang menangis akibat emosional, sehingga sulit
untuk mempelajari mekanisme internal kelenjar air mata. Hal ini juga
tidak mudah untuk merangsang menangis dalam lingkungan penelitian yang
sudah dikontrol.(FoxNews/MEL)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar