Rabu, 23 Mei 2012

Kenapa Wanita Suka Selingkuh? Nih Alasannya!



RIMANEWS-Apapun alasan perselingkuhan, akan menimbulkan kerusakan dalam hubungan. Namun, ada benang merah dalam setiap perselingkuhan. Kevin Hansen, penulis 'Secret Regrets: What if You Had a Chance?' mengungkap hal-hal yang menyebabkan wanita berselingkuh dari pasangannya, seperti dikutip dari Shine.
Pasangan berlaku kasar
Banyak wanita menyadari hidup dalam kesalahan saat mengetahui pasangan berwatak kasar dan berusaha selalu mengendalikan pasangan. Tipe pria seperti ini seringkali meminta pasangan untuk selalu memenuhi keinginannya. Bila tak dituruti, mereka tak segan menggunakan kekerasan untuk 'meluruskan' pasangan.
Terlepas dari baik-buruknya perselingkuhan, bagi wanita yang hidup dalam hubungan seperti ini, berselingkuh dapat membuat mereka lebih baik dan merasa dihormati orang lain.
Psikolog Michael E. Silverman, PhD, mengatakan jika berada dalam sebuah hubungan yang penuh kekerasan, selingkuh bukan cara terbaik. Minta bantuan dari seorang teman yang dapat dipercaya, keluarga, atau terapis untuk mengubah perilakunya. Bila dia tidak dapat mengubah perilaku kekerasannya, lebih baik lepaskan hubungan sebelum menjalin hubungan baru.
Membenci satu sama lain
Perbedaan cara pandang dan keinginan boleh saja berbeda. Namun, sebagian pasangan tidak dapat saling berkomunikasi dan menemukan hal terbaik untuk menyelesaikannya. Sehingga, kemarahan yang tak terselesaikan membuat tumbuhnya perasaan benci. Tak jarang, pasangan yang mulai saling membenci saling menyakiti.
Umumnya, hal ini akan berlangsung dalam waktu cukup lama dan mulai menggerogoti kenyamanan dan keintiman dalam hubungan. Untuk mengobati kekosongan, pasangan bisa mencari rasa nyaman dari orang lain lewat perselingkuhan.
Menurut Dr Silverman, kemarahan yang tak terselesaikan adalah lahan subur perselingkuhan. Dia menekankan pentingnya kejujuran dan komunikasi intens pasangan agar hubungan dapat dipertahankan.
Kebosanan dan rasa tak bahagia
Umumnya terjadi saat hubungan sudah berlangsung lama. Awal hubungan yang membara bisa berubah menjadi sesuatu yang menjadi sebuah rutinitas dan membosankan. Akibatnya banyak yang merasa tak bahagia hidup dalam hubungan.
Berselingkuh, bagi wanita jenis ini merupakan suntikan semangat dan gairah yang tidak dapat diperoleh lagi dari hubungan yang dijalani. Perasaan kuat, mandiri, dan percintaan yang hangat adalah alasan wanita untuk melirik pria lain.
Ahli menyarankan, daripada mencurangi pasangan, lebih bijak bila membicarakannya dari hati ke hati dan untuk mengatasi stagnasi hubungan. Cobalah mengubah pola kebiasaan dalam hubungan dan komunikasikan perasaan dan kebutuhan Anda pada pasangan. Jika ingin mengubah tempo dan memperoleh sesuatu yang baru, berlibur berdua di tempat eksotis atau pindah ke kota baru dan memulai semua dari awal bisa menjadi solusi.
Pasangan workaholik
Wanita dengan pasangan yang terlalu terlibat dengan pekerjaan umumnya sangat mandiri dan independen. Mereka merasa komitmen untuk membangun keluarga dan anak-anak hanya berada pada pundak satu orang.
Bila di biarkan berlanjut, perasaan dengan pasangan dapat terputus. Saat bertemu pria yang penuh perhatian, wanita merasa bisa terbebas dari rasa kesepian dalam hubungan pernikahan.
Menurut Dr Silverman, obat dari kondisi ini adalah memulai dialog dengan pasangan dan membeberkan keinginan dan kebutuhan agar pola kehidupan dapat diperbaiki.
Pasangan selingkuh duluan
Saat mengetahui pasangan berselingkuh, banyak wanita yang sangat terluka dan marah. Perasaan dicampakkan dan dikhianati dapat menjadi dorongan kuat bagi wanita untuk balas dendam atas perlakuan pasangan: berselingkuh seperti yang dilakukan pasangan.
Dr Silverman mengatakan, kemarahan dapat mengaburkan penilaian seseorang, itulah sebabnya ia bila salah satu pasangan berselingkuh, sebaiknya mengikuti konseling pernikahan. "Sebab, lamanya kebersamaan bukan jaminan bahwa pasangan telah saling mengenal satu sama lain," katanya. [ach/VN]

Alasan Wanita Gampang Menangis


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Kita bisa mengubah bentuk tubuh kita, memperlambat tanda-tanda penuaan, dan belajar mengontrol denyut jantung kita. Namun kita sering tidak berdaya ketika menangis. Tapi mengapa wanita mudah menangis dibanding pria?



Beberapa penelitian dilakukan untuk mengetahui penyebab di balik menangis dan ada berapa jenis air mata serta perbedaan cara laki-laki dan wanita saat menangis.


Perempuan secara biologis lebih sering meneteskan air mata dibandingkan laki-laki. Di bawah mikroskop, sel-sel kelenjar air mata wanita terlihat berbeda dari laki-laki. Selain itu, saluran air mata laki-laki lebih besar daripada wanita, sehingga jika seorang pria dan seorang wanita menangis, air mata wanita itu lebih cepat membasahi pipinya.

Menurut penulis buku laris, "The Female Brain" Dr Brizendine, kondisi sosial berperan dalam menahan dorongan untuk menangis. Ketika kita mengalami sakit fisik atau kesedihan karena emosional atau frustrasi, amygdala otak, yang merupakan bagian dari sistem limbik atau "otak emosional," meransang sinyal. Jika stimulus cukup besar, energi dapat berpindah dari area emosional ke dalam strip motor frontal. Saat itulah napas bisa berkembang menjadi terisak-isak.

Anak laki-laki sering kali menenangkan diri sebelum mereka menangis. "Anak laki-laki diajarkan terus untuk tidak menangis: untuk mengerut wajah mereka, untuk mengalihkan diri mereka," kata Dr Brizendine, 

Penelitian menunjukkan testosteron membantu meningkatkan ambang antara stimulus emosional dan tumpahnya air mata. "Ini membantu mengerem," kata Dr Brizendine.

Mempelajari air mata dan proses menangis adalah kompleks. Ada dua jenis air mata. Air mata iritan membantu mencuci mata dari debu, dan kotoran. Air mata emosional diciptakan dan dirilis dalam menanggapi stimulus emosional dan rasa sakit fisik. 

Semua air mata mengandung protein, garam dan hormon, antara zat lain, tapi air mata emosional memiliki tingkat protein yang lebih tinggi, kata William H. Frey II, ahli syaraf dan ahli biokimia di RS di St Paul, Minn, yang melakukan penelitian ke dalam komposisi air mata.

Salah satu hormon dalam air mata adalah prolaktin yang merupakan katalis laktasi. Sama halnya dalam membantu menghasilkan susu. Prolaktin juga membantu dalam produksi air mata. Pada wanita saat mencapai usia 18 tahun, mereka memiliki 50 persen dan menjadi 60 persen prolaktin, lebih tinggi dalam aliran darah mereka daripada pria. "Kami percaya ini adalah salah satu alasan bahwa perempuan lebih mudah menangis," kata Frey.

Meski demikian, masih banyak yang belum diketahui. Manusia adalah satu-satunya spesies yang menangis akibat emosional, sehingga sulit untuk mempelajari mekanisme internal kelenjar air mata. Hal ini juga tidak mudah untuk merangsang menangis dalam lingkungan penelitian yang sudah dikontrol.(FoxNews/MEL)
Waving Hello Kitty Kaoani